Almond
Almond (Prunus dulcis), adalah tanaman asli Timur Tengah, buahnya sebenarnya bukan merupakan kacang, namun merupakan buah berbiji yang terdiri dari kulit luar yang diselubungi cangkang keras. Almond biasanya dijual dalam bentuk masih bercangkang atau juga dengan cangkang yang sudah dilepas.
Meskipun almond berasal dari Timur Tengah, akan tetapi kini banyak negara banyak yang membudidayakannya, antara lain Amerika Serikat, Spanyol, Siria, Italia, Iran, Maroko, Turki, dan China.
Almond dapat dikonsumsi secara langsung, dan juga dengan diolah. Irisan almond dapat ditambahkan pada es krim, coklat, atau kue. Almond dapat pula dibuat menjadi “susu almond”, terutama diperuntukkan bagi orang yang memiliki intoleransi laktosa dan juga vegetarian.
Nilai gizi per 100 g (3.5 oz)
Energi 2.418 kJ (578 kcal)
Karbohidrat 20 g
Gula 5 g
Serat pangan 12 g
Lemak 51 g
– tak jenuh 4 g
– tak jenuh tunggal 32 g
– tak jenuh majemuk 12 g
Protein 22 g
Thiamine (Vit. B1) 0,24 mg (18%)
Riboflavin (Vit. B2) 0,8 mg (53%)
Niacin (Vit. B3) 4 mg (27%)
Asam pantotenat(B5) 0,3 mg (6%)
Vitamin B6 0,13 mg (10%)
Folat (Vit. B9) 29 mg (7%)
Vitamin C 0.0 mg (0%)
Vitamin E 26,22 mg (175%)
Kalsium 248 mg (25%)
Besi 4 mg (32%)
Magnesium 275 mg (74%)
Fosfor 474 mg (68%)
Kalium 728 mg (15%)
Seng 3 mg (30%)
Sumber : USDA Nutrient database
Almond diklaim memiliki manfaat mempercepat pergerakan makanan di kolon, dan mencegah kanker usus besar. Beberapa penelitian terbaru mengkaitkan almond dengan penurunan kolesterol LDL. Almond juga memiliki khasiat anti inflamasi/radang, memperkuat daya tahan tubuh, dan melindungi hati.
Akan tetapi bagi beberapa orang, almond dapat mengakibatkan alergi yang gejalanya bervariasi dari gejala lokal (misalnya contact urticaria) hingga gejala sistemik (misalnya angioedema, urticaria, atau juga rasa tidak nyaman di perut/saluran pernafasan).
Baca juga

Iklan