jantung koroner
Angin duduk, seringkali istilah ini kita dengar. Sebenarnya apa sih angin duduk itu? “Penyakit angin duduk” yang sering disebut pada masyarakat awam sebenarnya penyakit jantung koroner. Gejala dan tanda-tanda penyakit jantung koroner hampir menyerupai “masuk angin”. Misalnya, mual, muntah, dan berkeringat dingin.
Secara spesifik, gejala penyakit jantung koroner adalah nyeri dada sebelah kiri, seperti tekanan benda berat, panas, tercengkeram atau diperas. Itu disertai nyeri yang tembus hingga punggung, berkeringat dingin, nyeri menjalar ke lengan kiri, leher, dan rahang kiri. Kadang-kadang disertai mual, muntah, dan rasa sesak di dada.
Nyeri dapat berkurang bila istirahat atau setelah minum obat-obat jantung tertentu. Kadang-kadang, penderita penyakit jantung koroner kurang mewaspadai gejala-gejala tersebut dan dianggap “masuk angin” biasa. Ketika terjadi serangan hebat, akibatnya fatal dan penderita takbisa tertolong.
Ada faktor risiko yang bisa menimbulkan penyakit jantung koroner. Di antaranya, penyakit kencing manis (diabetes melitus), hipertensi, merokok, obesitas, menopause, hiperkolesterolemia (kolesterol berlebihan), kurang berolahraga (sedentary lifestyle), faktor usia, dan jenis kelamin laki-laki.
Melakukan medical check-up secara rutin sangat disarankan, terutama orang yang berusia lebih dari 40 tahun. Segera ke dokter spesialis jantung terdekat bila seseorang mengalami gejala-gejala tersebut. Apalagi jika yang bersangkutan punya faktor risiko menderita penyakit jantung koroner.
baca juga