kurma
Bagi umat Islam, berbuka puasa dengan kurma bukanlah sekedar tradisi, namun merupakan anjuran dari Nabi Muhammad SAW. Tetapi bagi para pakar gizi, kurma bukan sekedar buah cemilan saat berbuka puasa, tetapi juga makanan yang memiliki khasiat. Apa saja manfaat yang terkandung dalam buah mungil ini?
Kurma mengandung zat gizi yang nyaris lengkap dengan komposisi yang seimbang, meskipun dalam jumlah yang serba sedikit. Kurma segar mengandung kadar air dan vitamin yang lebih banyak tetapi rendah kandungan energi siap pakainya. Sementara kurma yang dikeringkan, tinggi akan kandungan energi siap pakai namun kandungan air dan beberapa vitamin lebih rendah, bahkan kandungan vitamin C-nya sudah hilang. Berdasarkan penelitian biokimia, ditemukan bahwa satu bagian kurma mengandung 20-24% air; 70-75% gula; 2-3% protein; 8,5% serat; dan sedikit kandungan lemak jenuh (lechitine). Namun, kurma juga masih mengandung banyak zat lainnya yang bermanfaat, antara lain:
Fruktosa dan Glukosa, karbohidrat sederhana yang merupakan energi siap pakai bagi tubuh.
Vitamin, dapat meningkatkan kebasaan lambung yang terlalu asam setelah seharian berpuasa, untuk meningkatkan efisiensi pencernaan dan metabolisme makanan yang masuk ke dalam lambung.
Lemak tak jenuh, bermanfaat bagi penyerapan vitamin A, D, E, K.
Kalium, untuk mengendalikan tekanan darah, mencegah gangguan stroke, membersihkan karbon dioksida dalam darah, memicu kerja otot dan simpul saraf.
Mineral kalsium, untuk mengoptimalkan kandungan elektrolit dalam caitan tubuh, mengatur denyut jantung, mengaktifkan kontraksi otot, mengendalikan keseimbangan air dalam jaringan dan sel, membantu mengatur tekanan darah, serta mengurangi resiko stroke.
Niasin, membantu pelepasan energi dari makanan, mencegah penyakit jantung, serta menjaga fungsi kulit, saraf, dan sistem pencernaan agar tetap normal.
Serat makanan, untuk menurunkan kadar kolesterol darah dengan menghambat penyerapan lemak atau kolesterol dalam usus besar sehingga kadar kolesterol dalam darah tidak meningkat.
Zat besi dan hidrat arang, baik bagi penderita anemia dan lesu kronis, serta menghambat penuaan.
Hormon bitosin, membantu gerak peristaltik dalam jaringan darah dan rahim untuk menghindari terjadinya perdarahan dalam rahim.
Oleh karena itu, kurma memang bukan sekedar camilan biasa, tetapi juga bisa menjadi makanan dan obat. Bila Anda ingin menikmati manfaat kurma, mengingat kandungan gizinya, maka Anda dapat mengonsumsi kurma kapanpun Anda mau, bukan hanya saat puasa Ramadhan saja.
baca juga