sex guide
Katanya puasa itu untuk menahan semua godaan hawa nafsu, baik nafsu makan, minum, emosi, dan juga seks. Lalu, bagaimana dengan pengantin baru yang masih ‘menggebu-gebu’ dalam masa bulan madunya? Apakah mereka harus puasa seks juga? Mungkin berbagai pertanyaan di atas sering timbul dalam benak Anda, khususnya yang baru menikah. Untungnya, selama bulan suci ini, Anda tak perlu berhenti total dalam melakukan aksi panas tersebut. Memang kenyataan menunjukkan bahwa intensitas berhubungan selama bulan puasa biasanya menurun drastis. Jika biasanya bisa setiap hari, atau 2-3 kali seminggu, maka saat puasa bisa menyentuh titik frekuensi seminggu sekali. Hal ini terjadi karena banyak faktor, misalnya karena pasangan memang sepakat untuk lebih fokus pada kegiatan ibadah, atau bisa juga untuk menghemat tenaga, mengingat aksi seks tak jauh beda dengan olahraga yang menguras banyak energi. Meski tak perlu ‘puasa seks’ secara total, namun tetap ada aturan dasar yang perlu ditaati, antara lain:
1. Hubungan seks hanya boleh dilakukan pada malam hari, yakni mulai dari saat berbuka puasa hingga subuh. Meski begitu, ada baiknya Anda tidak buru-buru naik ke ranjang usai makan malam. Berhubungan badan dalam keadaan perut kenyang tentu bukanlah tindakan bijak, selain itu tak nyaman pula pastinya. Jadi, tunggulah hingga 1-2 jam setelah makan malam.
2. Jika malamnya pasangan beraksi, maka sebelum sholat subuh, mereka wajib mandi untuk membersihkan dan menyucikan diri. Jadi tak harus langsung mandi setelah berhubungan.
3. Ada baiknya untuk mencegah batalnya puasa, pasangan juga mengendalikan pikiran dan menyibukkan diri sehingga tak memikirkan seks pada sepanjang hari sebab seks saat siang jelas bisa bikin puasa batal.
Apapun keputusan yang diambil pasangan, sebaiknya semua itu dikomunikasikan secara terbuka. Hal ini tentu untuk menghindari terjadinya kesalah pahaman dan perasaan tertolak.
Baca juga

Iklan