sumber : Dra. Emma S Wirakusumah, Msc.
sebagaimana bahan aslinya yaitu daging, abon merupakan sumber protein. abon terbuat dari daging yang tidak berlemak, namun kandungan lemaknya masih cukup tinggi, karena dilakukanya proses penggorengan. meskipun dalam proses pembuatannya ada tahap pengepresan, tetapi terkadang masih cukup banyak lemak / minyak yang tertinggal kecuali jika buatan pabrik, pengepresan lebih sempurna sehingga lemak tidak ada.
dibanding dengan daging, mutu protein abon lebih rendah (menurun) karena adanya proses proses pencokelatan (browning). reaksi pencokelatan menyebabkan protein bereaksi dengan karbohidrat sehingga susah dicerna oleh enzim pencernaan.
pada umumnya yang disebut abon yaitu jenis makanan yang terbuat dari daging hewani seperti daging sapi, kerbau, babi, ayam, ikan, dan sebagainya. berikut adalah beberapa jenis abon yang beredar dipasaran :
1. ABON SAPI
daging sapi yang cocok dibuat abon adalah daging yang tidak mengandung lemak, seratnya teratur, tidak banyak uratnya, misalnya daging bagian paha, gandik dan lain lain. berikut adalah kandungan gizi yang terkandung dalam 100 gram abon sapi murni :
energi 212 Kkal
protein 18 gram
lemak 10,6 gram
karbohidrat 59,3 gram
kalsium 150 mg
fosfor 209 mg
besi 12,3 mg
vitamin A 138 RE
vitamin B1 0,17 mg
air 7,1
2. ABON IKAN
ikan yang cocok dibuat abon antara lain cakalang, tengiri, cucut, ekor kuning atau ikan air tawar seperti gabus dan nila. berikut adalah kandungan gizi yang terkandung dalam 100 gram abon ikan :
energi 435 Kkal
protein 27,2 gram
lemak 20,2 gram
karbohidrat 36,1 gram
air 6,4
TIPS MEMILIH ABON YANG BENAR :
~ tidak basah, kering/garing
~ warna cokelat untuk abon sapi, putih kekuningan untuk abon ikan, mengkilat, serat jelas terlihat.
~ hindari yang berwarna kusam dan agak bubuk.
~ tidak berbau busuk dan tidak tengik.
~ serat daging terasa lembut dan kering serta tidak lembab.
baca juga

Iklan