gangguan pencernaan bisa dialami setiap orang. seperti diare, kembung, susah buang air besar (bab), infeksi usus, hingga kanker usus besar yang menyebabkan kematian. gaya hidup serba instan, termasuk dalam pola makan, menjadi pemicu meningkatnya kasus kanker usus besar di masyarakat perkotaan. bahkan menjadi penyebab kematian tertinggi ketiga di dunia.
salah satu caranya adalah menjaga kesehatan pencernaan, terutama di usus besar. proses pencernaan pada manusia tidak selamanya lancar. ada saja gangguan, terutama pada usus dan lambung. salah satu cara melancarkan pencernaan adalah dengan cukup konsumsi serat. zat ini tak mudah dicerna sehingga dapat meningkatkan gerak peristaltik pada usus.
di dalam usus besar juga terjadi pengaturan air terhadap ampas makanan. jika terjadi infeksi, usus besar hanya menyerap cairan sebentar saja. itulah mengapa terjadi diare. sebaliknya, jika ampas terlalu lama, cairan akan terserap habis sehingga ampas mengeras dan menyebabkan sulit bab. jika mengendap cukup lama dalam usus, ampas dianggap membahayakan. apalagi jika terdapat polip dalam usus yang berujung pada kanker usus besar. oleh karenanya, serat berperan positif “menyeret” ampas keluar dari usus.
meskipun penyebabnya belum pasti, para ahli sepakat beberapa penyebab kanker usus di antaranya adalah diet yang salah (terlalu banyak lemak, rendah serat), obesitas, memiliki polip pada usus, memiliki riwayat keluarga yang terkena kanker usus besar, jarang melakukan aktivitas fisik, sering mengonsumsi bahan pengawet, dan merokok.
jadi kuncinya adalah pola hidup sehat dan konsumsi seimbang. serat dan vitamin C merupakan perpaduan yang cocok untuk mengantipasi ancaman penyakit ini. pepaya kaya vitamin C dan betakaroten yang merupakan sumber antioksidan yang baik. kandungan serat halus sehingga baik dikonsumsi oleh anak anak hingga dewasa. yayasan kanken internasional (1997), menebutkan manfaat vitamin C dan betakaroten dalam pepaya baik untuk membantu pencegah kanker.
baca juga