sampai saat ini pencetus migren memang belum bisa dipastikan. namun migren didiagnosis sebagai salah satu gejala gangguan pembuluh darah pada otak yang disebabkan secara genetik maupun reaksi biokimia. gejalanya berupa sakit kepala ringan hingga hebat yang seringkali hanya terasa di sebagian kepala. migren bisa terjadi kapan saja, baik pagi, siang, dan malam. bahkan sakitnya bisa membangunkan penderita saat lelap tertidur. kondisi stres juga dianggap sebagai salah satu pemicu migren.
selain soal genetik, pola kunsumsi juga dituding sebagai salah satu penyebab migren. terutama terutama pola konsumsi yang sarat lemak. menurut para ahli, peningkatan kadar asam lemak dan lemak dalam darah akan mendorong kontraksi pembuluh darah yang menimbulkan migren. sedangkan kadar lemak rendah akan meningkatkan transmitter saraf serotonin yang membantu menurunkan gejala sakit migren.
setelah lemak, kafein juga jadi “tersangka” soal kasus migren. konsumsi kafein yang tinggi akan meningkatkan asam lemak dalam darah sehingga memancing terjadinya penggumpalan darah. ujung ujungnya, serotonin jadi ikutan terhambat. lalu muncullah migren. jadi perhatikan asupan kafein jika mengalami migren. tak hanya kopi saja, lo. namun termasuk juga minuman suplemen yang mengandung kafein. makanan berpengawet, pemanis buatan dan pewarna sudah pasti harus dijauhi. penderita migren juga dianjurkan tak mengkonsumsi makanan berfermentasi, mengandung nitrat (seperti sosis) hingga penyedap rasa atau vetsin (MSG). kandungan asam amino tiramin dan fenilalalin yang terkandung di dalamnya bisa memperburuk kondisi migren.
baca juga