air susu ibu alias asi memang masih yang terbaik untuk bayi, namun bagaimana jika produksi asi terhambat, dan ternyata buah hati kita alergi dengan susu sapi? tentu situasi yang menempatkan sang bunda dalam posisi sulit, bukan?
susu sapi termasuk dalam kategori hiperallergenic. artinya tergolong dalam makanan yang mudah menimbulkan alergi. situasi alergi susu sapi biasanya terjadi karena susunan pencernaan anak anak belum berfungasi sempurna. dalam kondisi ini, protein dalam susu sapi belum dapat dipecah dengan sempurna oleh tubuh. sesuai dengan bertambahnya usia, maka fungsi pencernaan pun ikut berkembang dan berfungsi sebagaimana mestinya. biasanya pada usia sekitar 2 – 3 tahun, susu sapi mulai dapat dicerna dengan baik.
penyebab lainnya adalah kurangnya enzim laktase. untuk mengurai laktosa dalam susu, dibutuhkan enzim ini. jika kekurangan, maka laktosa dalam susu sulit terurai. situasi ini juga salah satu penyebab utama timbulnya alergi susu sapi. kondisi ini umumnya justru terjadi pada orang yang berusia lanjut.
jika kondisi ini berlangsung terus, masih ada solusi yang bisa dicoba. yaitu menggantikan susu sapi dengan susu kedelai. penyebab utama alergi susu sapi adalah protein hewani yang terasa asing pada tubuh anak anak. dengan mengganti penyebab utamanya dengan susu kedelai, umumnya reaksi alergi berkurang. susu kedelai juga lebih mudah dicerna oleh orang yang kekurangan laktase. enzim laktase berfungsi mengurai laktosa susu ketika diproses dalam sistem pencernaan kita.
selain itu susu kedelai mengandung vitamin B1, B2 niasin, piridoksin, dan golongan vitamin B yang tinggi. vitamin lain yang terkandung dalam jumlah cukup banyak yaitu vitamin E dan K.
jika alergi terus berlangsung, cobalah memperhatikan konsumsi produk lain yang juga menggunakan bahan susu sapi, seperti biskuit, wafer, permen, hingga coklat yang umumnya disukai anak anak.
baca juga